Puluhan Veteran AS Ditangkap saat Protes Perang Iran di Capitol Hill
Info Info – Puluhan veteran militer Amerika Serikat dan anggota keluarga militer ditahan oleh Polisi Capitol saat menggelar aksi protes menentang perang AS-Iran di Gedung Cannon House Office Building, Washington, D.C. Aksi ini dilakukan pada Senin (20/4/2026) sebagai bentuk tekanan kepada Kongres dan pemerintahan untuk menghentikan konflik yang sedang berlangsung.
Para demonstran membawa spanduk bertuliskan “End the War on Iran” dan “We Can’t Afford Another War”, serta menggelar upacara pelipatan bendera sebagai simbol penghormatan kepada personel militer yang gugur. Akibat duduk di ruang rotunda Gedung Capitol dan menolak bubar, sekitar 62 orang ditangkap oleh aparat.
Aksi Veteran AS di Gedung Kongres: Detik-detik Penangkapan
Ribuan warga Amerika kini menyaksikan momen langka ketika veteran berpakaian seragam militer dan keluarga mereka melakukan aksi damai di ruang marmer Gedung Capitol. Mereka memegang bunga tulip merah untuk mengenang warga Iran yang tewas akibat konflik dan melantunkan slogan anti-perang sebelum aparat menahan para peserta.
Capitol Police akhirnya memindahkan para demonstran dari rotunda, bahkan beberapa ditahan dengan zip tie dan digiring keluar gedung. Aksi ini menunjukkan tingginya ketidakpuasan domestik terhadap kebijakan perang.
Koalisi Veteran dan Keluarga Gelar Aksi Tolak Perang Iran: >60 Ditangkap
Aksi protes yang dimulai di dalam Cannon House Office Building merupakan hasil kerja sama berbagai kelompok veteran dan organisasi pendukung. Organisasi seperti About Face, Veterans For Peace, Center on Conscience and War, serta beberapa jaringan lain ikut mengorganisir demonstrasi tersebut.
Para peserta juga melakukan ritual pelipatan bendera dengan tujuan menyampaikan pesan langsung kepada Mike Johnson agar menghentikan pendanaan dan dukungan militer terhadap konflik.
Aksi Veteran AS Lawan Perang Iran, Penahanan Jadi Sorotan
Penangkapan veteran di Capitol Hill mencerminkan gerakan sipil yang semakin kuat menolak keterlibatan militer AS dalam konflik dengan Iran. Aksi ini memperlihatkan bagaimana mantan prajurit mengambil posisi berbeda dari kebijakan pemerintah dan militer.
Beberapa veteran menyatakan bahwa pengalaman mereka di medan perang membuat mereka lebih kritis terhadap perang baru yang dianggap tidak bermoral atau merugikan.